Aku

Han, Lelaki di semua masa dan peristiwa Erlita

Thank's

Terima Kasih atas kunjungannya, salam Kenal! :)
Home » , » Di Bus ada Gengsi

Di Bus ada Gengsi





Hari itu, aku berniat pulang ke rumah mendadak, karena aku lupa kalau sekarang tujuh harinya nenekku, nenekku pergi hari jumat lalu, terakhir aku bicara dengan nenekku saat aku pulang satu bulan yang lalu melepas kangen intinya. Aku sedih banget belum minta maaf kepada nenekku, padahal aku banyak salah kepada beliau, pernah membentak karena kesal, huaaaaaaaaa jadi inget nenek. –sebenter dulu, meu ngambil tisu- oke lanjuuuuuut.
Nah cerita menarik ini berawal dari aku naik bus kota jurusan pelabuhan ujung, aku mau pulang ke desa, desa yang pastinya beda dengan kota, banyak anak main di depan halaman, ibu-ibu ngerumpi di sore hari, ada yang nyapu halaman, kebanyakan di depan rumah ada lahan yang luas, biasanya untuk acra-acra besar jadi enak gag menghalang gang kayak di kota-kota, kebayang gag gimana sangat desanya aku? Pasti jadul amat.
Di depan Tunjungan Plaza ada penumpang dua orang naik, dan mereka duduk disebelahku.ternyta mereka habis belanja. Terpaksa aku mendengar obrolan mera yang pakek bahasa indonesia, tingginya sama tapi aku bisa membedakan mana yang tua mana yang muda dari wajahnya, mereka sama-sama cantik tapi kalau ditawarin pasti aku milih yang muda, hehehehe ngarep dikit gag papa kan
Ternyata dugaan saya benar, yang saya anggap muda manggil mama, mereka bica pakek bahasa indonesia ke jawa-jawaan, langsung aku ambil kesimpulan kalau mereka orang jawa. Pembicaraan mereka meliputi jalan-jalannya tadi, rencana mau ke Malang, tiba-tiba aku membeyangkan kalau aku ikut ke malang terus aku duduk bareng yang muda (selanjutnya sebut saja mawar J) pasti enak banget, bodynya yang agak berisi gemuknya dikit, kulitnya mulus, meskipun aku gag ngeraba tapi liat aja aku udah tau. Terus gandengan ma mawar di mobil, jalan-jalan berdua. Tampilannya modis banget.
Tiba-tiba dia ngelirik aku, aku lrik juga, daaaaaaaaaannn mata kita saling bertatapan, wiisssshhh dia tersenyum padaku, aku balas senyumnya dan dia memegang  tanganku.
Ciiiiiiitttt.... tiba-tiba pak sopir ng-rem mendadak... ah,,, ternyata aku Cuma ngebayangin....
Lanjuuuuutttt
Di Bus itu banyak orang dari madura juga banyk dari jawa, nah kalau di bus itu ada orang maduranya pasti rame, bicara gag peduli siapa-siapa berhubung aku langganan dengan kejadian itu yahhh saya cuek lah, meskipun aku orang madura juga.
Mawar risih dengan hal itu, rame katanya, mengganggu saja tapi, dia sama mamanya tetap saja bercerita dengan bahasa indo-jawanya.
Busnya udah putar balik, ternyata penumpang udah turun semua tinggal aku, si cantik mawar dan mamanya yang gag kalah cantik dan modis duduk dipaling belakang,, uhuuuuyyy duduk sama orang cantik euy.. jarang-jarang kayak gini nih.
Di tengah-tengah percakapan mereka.
“Ayooo pas molee,” kata mawar yang modis cantik berpenampilan metropolitan banget, sambil tertawa
Terjemahannya adalaaaaaahhh
“Ayoooo pulang”
Sontak aku kaget, ternyata si mawar dan mamanya orang madura juga, pantesan mereka gag turun-turun ternyata tujuannya sama, Pelabuhan.
Hah... dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka berdua adalah orang yang gengsi, merasa malu karena mereka berpenampilan metropolitan dan malu berbahasa madura di kota besar ini.
Yaaaaah maklum pakaian modis masak mau berbahasa madura, kira-kira begitu.
Inilah yang harus kita hindari, ketidak cintaan terhadap bahasa daerah membuat bahasa daerah kita lambat laun akan punah.
Salah satu contoh yang telah terjadi di Papua, ada disan sec=buah desa yang mana, bahasa daerahnya sudah punah, hanya dua orang yang mengerti dan parahnya lagi dua orang tersebut tidak tau bahasa yang lain selain bahasa itu.
Untuk anak muda
MARI KITA MELESTARIAKAN BUDAYA, RAGAM SENI, BAHASA DLL YANG MENYANGKUT IDENTITAS BANGSA INDONESIA
* teriak
Jadi kita gag usah malu-malu dengan identitas kita.
MERDEKA!
* Uhuk uhukkk
Aduuuuhhh udah dulu yaaaa
Aku batuk niii

SEKIAN

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow Me on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS