Aku

Han, Lelaki di semua masa dan peristiwa Erlita

Thank's

Terima Kasih atas kunjungannya, salam Kenal! :)
Home » , » Sore Hari... Dokar.

Sore Hari... Dokar.


      Sore ini, entah kenapa aku iri dengan mereka yang naik Dokar, ahh bikin aku mengingat masa lalu saja, ditambah keluargaku yang kecil-kecil naik Dokar jugaaa... ah.. daripada aku iri mendingan aku jeprat jepret tuh dokar.

      Salah satu tradisi di desaku, setelah shalat ied dan silaturrahmi, naik dokar bersama teman-teman atau keluarga. Anak-anak, tua, muda, semua ada.
Juga para pemudik yang mudik ke desaku, tidak hanya keliling satu atau dua kali, sampai tiga kali. Yaaa triadisi ini sudah ada dari dulu. Kalau katanya orang yang aku tanyakan bilang seperti ini “mulai kamu lahir dokar-dokaran sudah ada”

    Kalau dulu, tarifnya dihitung per-kepala sekarang dihitung per-Dokar. Karena peminat Dokar semakin banyak maka harga yang dihitung per-Dokar bisa dibilang mahal,bisa-bisa per-kepala membayar 10.000. normalnya dulu paling mahal untuk anak-anak 5000. Tapi sekarang tidak pandang umur. Pembayaran, masing-masing kepala bayar berapa diuryus penumpang, supir dokar terima beres.
    Sore hari adalah waktu yang paling ramai, karena kesempatan mendapatkan dokar sedikit.

      Tradisi ini sampai 7 syawal. Tapi 7 syawal sekarang sudah jarang dokar yang lalu lalang, karena wisata Pantai Rongkang banyak didatangi pengunjung, jadi sepanjang jalan Raya desa kami macet tidak tertolong, mulai pagi hari hingga isyak tiba.

0 komentar:

Posting Komentar

Like us on Facebook
Follow Me on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS