Cerita sebelumnya di Malam Nanti
Oke
malam sudah tiba, dari tadi kita keliling tak ada tujuan. Setelah shalat
tarawih keliling untuk menunggu waktu agak malam. Beli-beli makanan buat sahur.
Tempat
untuk korban kerusuhan kita sudah ada, dirumahnya Miftahurrohman.
Disana
kita buat rumahnya menjadi tak berwajah. Bungkus camilan dimana-mana, kopi
tumpah tidak melihat tempat, kursi empuk jadi sasaran buat loncat-loncatan yaaa
nostalgia masa kecil. J
Aku,
Mif, Afif, Mazin dan Fawaiz tidak nganggur menunggu waktu sahur. PS2nya
Fawaizpun jadi sasaran, tanpa pikir panjang, ketika jam 12.00 dipaksa untuk
menjemput ke rumahnya. Yup. PS2 sudah ditangan, kita maaaain bersama sambil
menunggu sahur tiba.
7
Agustus - 02.00
Mulai
mempersiapkan makan sahur, biasa kita adalah anak laki-aki yang memang pandai
memasak, jadi kita lihai dalam memasak mie telor (?)
Karena
Rice Cookernya muat Cuma setengah kilo, jadi masak dua kali, daaaaaaaaann
hasilnyaaa heeeemb, satunya setengah masak, satunya berhasil terlalu masak
aseeekk, imbang kan? (yang pertama bukan aku yang masak, si punya rumah, yang
kedua aku tapi yaaa lumayan lah, matangnya paaaas :D )
Makanan
sudah habis, lauk dibabat habis juag. Yeay, sekarang bersih bersih...
Siapa
yang punya rumah?
Kalau
gag bersih yang punya rumah pati di apain sama orang tuanya?
Nah...
karena hal itu, yang punya rumah yang bersih-bersih...
Yang lain?
Cuma merapikan
saja. Merapikan tempat tidur dan kursi empuk, langsung siap tidurrr....
Cerita Ini ditulis pada tanggal 6 Agustus dan di edit tanggal 7 Agustus
Cerita Ini ditulis pada tanggal 6 Agustus dan di edit tanggal 7 Agustus





0 komentar:
Posting Komentar