[Fajar]
lorong-lorong masih lenggang
Jalan kota sudah hidup kembali
tapi tak layaknya tadi malam
meski deras tiba sepanjang-panjangnya
Sepi masih tercipta
mentari belum juga tiba
desir angin membawa debu kemana-mana
ah.. Bau debu menghujamku
janji hidup mulai lagi
seperti kemarin
harapan hidup kini datang
bersama jam yang berdentang
namun dalam lenggang dan sepi
kemana mereka?
Bukankah ini waktunya menata jalan dan melangkah lagi
apa mereka letih dengan kemarin
sudah puas dengan kehidupan yang kemaren
sehingga tidur pulas?
Atau malas karna tak puas akibat seharian kurang puas?
atau mereka sedang mempersiapkan tatanan dan langkah selanjutnya
dan bersujud sebagai awal menjalani hidup hari ini
Pertanda syukur atas nikmat?
Semua milik diri-Nya
Diri-Nya memilih semua
Demikian..
HH. Imam
030213
0 komentar:
Posting Komentar